Dia bukan siapa-siapa dan
tidak memiliki apa-apa, dia hanya musafir buta dengan cinta sebagai
satu-satunya barang bawaan. Dia menjelajah ke negeri timur dan barat, mencari
sebentuk tubuh yang mengerti bahsa jiwanya-mencari tempat untuk meletakkan
kepalanya. Dia memeluk banyak tubuh dan mencium banyak bibir, tanpa disadari
bahwa pisau-pisau y ang terselip diantara sayap-sayapnya menyakiti dan cemeti
yang tersembunyi dibalik lidahnya melukai. Dia berpikir, ternyata tidak semua
kebaikan tersampaikan dan diterima dengan baik pula.
Dia adalah icon sebuah
perubahan:
Dari seekor ulat yang
menjijikkan dan dibenci semua orang, seekor perusak yang harus dimusnahkan dan
tak diterima dimanapun dia berada.
Kemudian dia memaksa
dirinya, menuntut hidupnya untuk berkepompong beberapa lama dalam kesakitan
yang berkepanjangan dan regangan nyawa untuk sebuah perubahan.
Dan akhirnya memekarkan
sayap-sayap cantiknya, menebarkan kecantikan dimana-mana-pun dia harus terbang
kesana-kemari menghindari banyak orang yang memburunya untuk diawetkansebagai
hiasaan.
Bahwasanya air mata tidak
memilih tempat dimana ia akan jatuh dan tidak memilih waktu kapan ia turun. Dia
tidak pernah mewartakan kapan dia terluka dan berduka, ketika itu terjadi dia
hanya akan berlari menemui senja dan meleburkan diri bersamanya, atau
membenamkan diri di laut, atau menari bersama bintang.
Seperti bintang yang
menghias malam dengan kilaunya, dia berharap bisa berkilau dikegelapan, menjadi
tinta diatas kertas putih.
Dan tentang cinta,
ternyata hanya Tuhanlah yang pantas. Hanya Tuhan dan Rasul-Nya yang pantas
mendapat cintanya.
Jika kau rasakan semilir
angin, ingatlah dia yang menginginkan sentuhannya sesejuk angin semilir,
Jika kau temukan anggrek
tanah, ingatlah dia yang menginginkan hidupnya seindah anggrek tanah,
Jika kau lihat kupu,
ingatlah dia yang ingin dirinya secantik kupu-kupu,
Jika kau pandang senja,
ingatlah dia yang slalu menginginkan tenggelam bersamanya dilaut,
Jika kau menengadah
bintang, ingatlah dia yang ingin kehadirannya seterang bintang sekalipun
dimalam pekat,
Jika kau muak dengan
hitam, ingatlah dia yang slalu menginginkan menjadi putih diatas hitam.
She loves, like there is
no tomorrow...
* di dedikasi untuk ukhti anggun, seorang perempuan yg berjuang untuk cinta...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar