Jumat, 13 September 2019

CINTA DAN KASMARAN


“Jangan menggangguku ketika aku sedang menulis. Jangan mengirim pesan padaku atau menelpon, karena itu akan sangat menggangguku”. Sambil mengacak rambutku dan tersenyum padaku, kalimat itu selalu keluar dari bibirmu (yang kau sebut bibir paling seksi sejagat raya… Heol!) ketika kau akan memulai fokus pada bukumu yang baru. Dan seperti biasa, kau bisa jarang makan bahkan lupa untuk makan (sempat aku berpikir apakah kau juga lupa untuk kenthut ???), tidur mungkin hanya 3-4 jam sehari. Pernah kau tak tidur sama sekali, aku keluar dari kamarmu setelah meletakkan secangkir kopi tubruk kesukaanmu di meja kerjamu, kau memakai kaos biru duduk disinggasanamu menghadap laptop. Tiga hari kemudian aku kembali ke kamarmu, kau masih dengan baju yang sama, diposisi yang sama, hanya kali ini ada 3 cangkir dimejamu, rupanya kau membuat sendiri kopi tubruk. Tidur dimeja kerja atau sama sekali tidak tidur?. Kau adalah orang yang paling jorok yang kukenal. Dan kau juga menjengkelkan. Tapi aku selalu merindukanmu. Kau adalah hidupku. Mungkin aku akan mati jika tiba-tiba kau meninggalkanku. Aku mencintaimu dengan seluruh hidupku. Dan kau tahu itu. Dan aku sangat tahu bahwa kau mencintaiku melebihi pada dirimu sendiri. Kau sungguh rela menukar nyawamu untukku tetap hidup. Sungguh aku tidak bisa menggambarkan begitu besar cintamu padaku.   
“kerja seperti apa kau ini? No schedule, no time?, bahkan seorang William Shakespeare pun bekerja dengan schedule!” kau sudah hafal betul kalimat yang akan kulontarkan, maka dari itu kau mendahuluinya dengan mimik lucumu, ketika aku masuk kamarmu dengan berkacak pinggang dan mata melotot, kemudian kau berdiri dari kedudukanmu dan terhuyung mendekatiku dan memelukku.
“OK. Kakak makan sekarang. Kakak mandi dulu, tunggu dibawah. OK cinta…..”  What!!! Kau bahkan tidak mandi selama 3 hari.

Kita hanya berdua didunia ini, jika bukan aku siapa yang memperhatikanmu?, jika bukan kamu siapa yang memperhatikanku? Perempuan-perempuan yang mengelilingimu hanya menginginkan uang dan popularitasmu, dan laki-laki yang mengerumuniku tak lebih hanya penghisab darah saja, tak ada bedanya seperti lintah – akan pergi bila perutnya kenyang. Hidup kita dikerumuni oleh “binatang-binatang” menjijikkan : lalat, kecoa, lintah, tikus, pernah sekali kau pulang membawa seekor “kupu-kupu” setelah launching dan bedah bukumu beberapa Tahun yang lalu. Diantara launching, bedah buku, sessi tanda tangan, dan penghargaan best seller bukumu di beberapa negara, terseliplah makhluk menjijikkan itu, yang membuatmu terlena dengan topeng dan gaun sewa murahan, kau bahkan tidak tahu kedua sayapnya yang bolong-bolong hanya tempelan, sama sekali tidak berkelas untuk laki-laki sekaliber dirimu (jika kau mau berusaha sedikit saja, Hailee Steinfeld atau Song Hye Kyo bisa kau dapat), tapi apa….. kau malah membawanya pulang.
“Segera nikahi dia, jika kau lebih suka menghabiskan sisa hidupmu bersama belatung aku akan meninggalkan rumah ini. Jangan menyapaku jika kebetulan kita berpapasan dijalan, aku tidak mengenalmu, aku bukan lagi adikmu”. Raunganku keras sekali mungkin menusuk jantungmu, cukup membuatmu menyadari siapa dirimu dan berdiri dimana kau sekarang, dan meninggalkan makhluk yang tak pantas itu. Kemudian kau memelukku dan menangis seperti bayi memohon maafku dengan lemah
“Maafkan kakak, kakak tidak memikirkanmu, "I’m sorry cinta…”.

Sama hal ketika suatu hari aku terbuai oleh (kau menyebutnya reptil) seseorang yang mampu mengalihkan duniaku darimu kepadanya. Ketampanan dan perhatiannya hanya kamuflase untuk menutupi kelemahan dan kebutuhannya, dia bahkan bisa merubah wujudnya menjadi sesuatu yang ada didekatnya. Dia bisa berubah menjadi daun berwarna hijau yang dia hinggapi, bisa berubah menjadi besi yang dia pijaki, atau berubah menjadi seperti tanah yang dia tapaki. Tapi aku adalah perempuan yang terbuai waktu itu, semua yang ada padanya tampak menawan saja dari segala sisi, tanpa kusadari bahwa aku telah menyuapi seekor biawak dengan kedua tanganku.
“Aku adalah wali hukummu yang syah sampai detik ini. Aku berhak atas hidupmu, bahkan kau tak bisa mati tanpa ijinku. Lanjutkan bermain-main dengan reptil itu, dan pergilah menggelandang bersamanya. Apa kau benar-benar tidak tahu telah memelihara seekor buaya. HAH!!! Tinggalkan aku, pergilah dari rumah ini! Jangan pernah kembali bahkan ketika aku mati. Go Away!!!”. Ketika itu matamu merah menyala seperti mata seekor cheetah yang lapar dan melihat seekor kelinci mengendap-endap didepannya. Dan aku, seolah-olah menjadi seekor kelinci itu berdiri ketakutan didepanmu menunggu eksekusi dari sang predator. Aku hanya bisa menangis tanpa mengeluarkan sepatah katapun, yang terdengar hanya suara sesenggukan. Kemudian dengan mengedap-endap aku berjalan kearahmu yang berdiri memalingkan badan memunggungiku, perlahan aku meraihmu dengan tangan gemetar, deras airmataku membasahi punggungmu dalam pelukanku yang erat. Tapi kau adalah jelmaan Dewa Krishna, sebesar apapun kesalahanku kau akan memelukku dan memaafkanku, menenangkanku dengan kalimat ajaibmu “forget it, don’t do this again

Satu Tahun kemudian….. adalah hari ini, ketika kau begitu cemas di depan laptopmu, modar-mandir kesana kemari seperti setrikaan memegang selembar kertas yang aku tak tahu apa isinya, memandangmu aku jadi gerah sendiri. Sampai kau menyodorkan padaku kertas itu yang rupanya hasil cetakan dari  Electronic Mailmu. 

Dear, Mr. Kasmaran Hangga Wijaya

We are invite you to come to receive The “Order of Companions of Honor” Nobel. The event will be held on September 20th 2019 4.30 – 7.30 PM at The Throne Room Buckingham Palace.
Please reserve to Lu William at 227-78881 by Monday, August.
Thank you for your considering this opportunity. We look forward to hearing from you.

Your Sincerely,
 Queen Elizabeth II

UWAW….. ini….. sungguh….. undangan dari Ratu Elizabeth….. Undangan itu untuk menerima penghargaan istimewa 1) Order of Companions of Honor. Kerja kerasmu selama ini, inilah hasilnya. Penghargaan bergengsi dan sangat sangat keren, sampai – sampai aku meloncat kegirangan setelah membacanya.
“Kakaaakkk………….” Histerisku tak tertahan.
Dan lihatlah, raut mukamu yang merah merona berseri dengan deretan gigimu yang berjajar rapi dan terlebih lagi matamu, mata itu seperti sudah terbang bersama rohmu ke Inggris. Kau memelukku erat, sangat erat, dan mencium kepalaku bertubi-tubi (tiba-tiba kok aku merasa risih dengan ciuman itu… hihihihihihi…)
 “Cinta, Kakak akan bertemu Ratu. Can you believe this? this is me Cinta….. I Love You so much”.

Today, you flight to London, with a half of my soul.
My lovely brother…..
The one and nothing…..
The missing eyes…..

Should I drop these tears to? No, I won’t
Let me say that I proud to have you
Fly… to the highest you can
I love you 3000




Catatan Kaki :
1)    Order of Companions of Honor: Penghargaan bergengsi dan sangat langka yang diberikan oleh Kerajaan Inggris kepada pekerja seni karena kontribusinya terhadap sastra dan filantropi. Penghargaan ini jarang diberikan oleh keluarga kerajaan. Hanya ada 64 orang penerima diseluruh dunia , salah satunya adalah JK.Rowling penulis novel Harry Potter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar