Rabu, 20 Januari 2010

14 Nopember 2009

Aku melewati lagi jalan ini, jalan bercabang banyak, yang mengharuskanku memilih satu di antaranya. Sebuah pilihan yang akhirnya menjadikanku seperti sekarang. Seorang pegawai biasa di suatu instansi yang juga seorang dosen di sebuah universitas swasta di kota kecil tempat aku tumbuh. Banyak yang terjadi di jalan ini, tapi tidak aku lupa sama sekali satu halpun, memoriku masih dengan jelas menggambarkan semuanya. Aku membuka sebuah amplop yang berisi kenangan 4 tahun silam, ketika aku merangkak lunglai menyusuri deret angka dalam tidak lebih dari dua kali tigapuluh hari. Tercengang otakku yang stagnan oleh sosok tegap dua lembar kalender mengisinya dengan tulisan dan hiasan, dan semuanya tinta biru.

Dengaan penuh kehati-hatian, kewaspadaan, dan nyaris seluruh kesadaran, kami membangun sebuah tempat berteduh yang sama sekali tidak permanen, meskipun indah dan nyaman tapi itu hanyalah sebuah tempat untuk berteduh tempat meletakkan lelah dan letih. Kenapa hanya tempat berteduh dan bukan rumah? Bukankah rumah adalah tempat berteduh yang sempurna (setidaknya sempurna untuk ukuran manusia), dan dapat menampung lebih banyak hal, tidak hanya lelah dan letih, tapi juga cinta, sayang, amarah, amanah, angan, cita-cita, suka, luka dan benda-benda lain yang membutuhkan tempat peletakan. Tapi hanya tempat berteduh yang kami bangun, mungkin karena bangunannya yang semi permanen bisa dirobah atau ditinggal setiap saat dan sekehendaknya.

Kenapa begitu? Bukankah kami menanti cukup lama dan melewati banyak hal untuk sampai ke tempat itu, apakah penantian yang lama itu akan ditelantarkan dan ditinggal setiap saat kala bosan? Kami benar-benar tidak tahu, aku hanyalah seorang gadis belia dan dia adalah pria muda, kami berdua masih sangat muda ketika itu. Tapi aku tetap menunggu hari esok untuk menjadikan tempat berteduh itu sebuah istana , aku tetap berdo’a untuk lelaki muda itu (dengan sisa keteguhan) “ tetaplah menjadi bintang dilangit ............”. Bayangan beku dan kaku berseliweran dalam setiap ronga jiwaku, yang wangi dan daya tariknya sempat tertinggal dan teramat kuat, hingga mematahkan setiap penyangga tubuhku. Dan setiap malam terucap salamku “ selamat malam wahai Ahki 1) ...... damai dalam tidurmu ....... ciptakan keindahan esok hari dengan jemarimu, seindah rona merah senja, dan perempuan ini ingin menjadi indah diatasnya walau tak sempurna .........”.Tapi begitu sempurna inginku kala itu, begitu sempurnanya hingga menyiksaku, mencekikku, menggorok leherku, dan menggigit lidahku, hampir-hampir membunuhku. Aku baru tersadar bahwa aku telah menghampiri lelaki yang keras hati, yang tiada nyenyak tidur walau sesekali, tak perlu mengingkari perang karena aku telah tertawan. Di tenggorokanku ada tulang dan di dalam diriku ada kedukaan.

Tulisan akan terbaca dengan sendirinya, jalan akan terlewati dengan sepenuhnya. Tak perlu merubah peta sekedar untuk mengulang kenangan, karena akan ada banyak pemandangan lain yang bisa diabadikan dalam bingkai atau diatas tembok. Yang terpenting adalah kesiapan memberi dan mendapatkan, menerima dan kehilangan, dan pertanggungjawaban atas keputusan. Dan hari ini, sejak 283 hari yang lalu aku telah berusaha mempertanggungjawabkan keputusanku, keputusan atas seorang laki-laki yang sangat pantas mendapatkan cintaku. Kami benar-benar berusaha membangun sebuah istana terbaik di dunia bukan sekedar tempat berteduh. Istana kami ada di sebuah tempat yang tak seorangpun tahu, tempat yang paling indah dihadapan Rabb kami yaitu HATI kami. Bukan hanya sebuah istana, dia bahkan telah menyiapkan Surga untukku diujung langkahnya dengan segala kemudahan. Laki-laki sempurna yang mencintaiku dengan sempurna, begitu sempurnanya hingga tak ada kata yang bisa menerangkannya, laki-laki terindah yang menberiku banyak keindahan, begitu indahnya hingga aku tak mampu melukiskannya. Hingga terucap salam dalam setiap malam dalam doa untuk menjadikanku perhiasan terindah di dunia disisi laki-laki mulia itu “ jangan berhenti mencintaiku wahai lelaki yang dicintai Allah ........, Suamiku







Kubungkus Surabaya dalam saputangan. Mungkin akan kucium bila dingin menyengat. Pukul satu dini hari nanti. Mungkin diantara mimpi, mungkin diantara hingar bingar, mungkin diantara kau dan aku.





catatan kaki:
1) Akhi : sebutan untuk laki-laki muslim

Senin, 14 Desember 2009

Sebuah kisah



Aku mendengar bunyi lembut sedu – sedan seorang gadis perawan, yang didalamnya mengalir kehangatan cinta dan kegetiran penyesalan. Saat itu aku duduk dibawah kamboja ditemani galau mendung, dan jemari keharuan menarikku memandang mahkluk yang menakjubksn itu. Ia berseru saat menjatuhkan tubuhnya diatas tanah basah. Terlentang dalam keletihan yang sangat, dengan tangan kanan menggenggam setangkai anggrek tanah.

Aku mendengar ia mengucap sesuatu ;
“ Tak bisa kujangkau walau kau hanya sejengkal tangan dariku. Aku sedang tinggi memujamu ketika kau meninggalkanku”. Ia tenggelam dalam isakan, berjuang dengan air matanya sendiri. Gadis perawan itu menutup matanya, pada lingkaran yang hanya terdapat sederet bulu mata yang jarang.
“ Demi kasih Tuhan Yang Maha Luas ........., Demi kedekatan dengan Rajamu Yang Agung. Oh ...........Syambaani kekasih hatiku, kupuja engkau ”.

Ingin aku menghiburnya dengan cerita-cerita usang atau roman-roman picisan, tetapi mata lelahnya dengan tangisan syahdunya benar – benar terlihat sangat sedih. Pipinya yang merah, dan hidungnya yang berbintik berkilat – kilat karena air mata. Cinta telah menyatukan mereka, lalu siapa yang mencerai berai mereka?. Ia telah direnggutnya, lalu siapa yang membawanya kembali?.

Untuk ukuran umurnya dia termasuk berada dalam keadaan menyedihkan. Kurus, permukaan wajahnya telah semuanya tertutup oleh kerut – kerut, sementara tulang – tulangnya menonjol dengan tajam seperti tengkorak. Dikedalaman matanya tersembunyi sebuah tatapan, dibalik tudung pucat yang memantulkan segala masalah kehidupan.

Gadis perawan itu masih disini, masih dibawah pohon kamboja. Tidak lagi bersama galau mendung, burung hantu bermata kelam yang buta akan siangnya hari yang menemaninya. Ia tidak bisa menyikapi misteri akan dirinya, ia menunduk semakin dalam, ia berseru sambil tangannya menggenggam tanah basah dihadapannya.
“ Lihatlah Syambaani, angin sedang berhenti bernafas, bulan gundah, dan bintang gelisah. Datanglah padaku duhai bibir yang tak pernah merasakan ciuman seorang perempuan, pun tak pernah merasakan belaian seorang kekasih. Datanglah dan peluklah aku. Datanglah padaku Syambaani ...........!”.

Gadis perawan itu berseru. Tapi, sepenggal nafas tak mampu membawa seucap suara pada setengah bumi. Gadis perawan itu mengais – ngais tanah basah di hadapannya, ia menepuk – nepuk, menggali dengan kedua tangannya. Dan tangkai anggrek tanah itu tertancap!.
“ kafe ini kosong Syambaani, kafe ini kosong ........!”.

Selasa, 25 Agustus 2009

Pintu Ar Rayyan



Kemarin, ramadhan hari ketiga, menjelang berbuka saya menonton sebuah tausiyah ‘jelang berbuka’ di salah satu TV swasta. Yang dibawakan oleh Ustad Al Habsy. Beliau bercerita, ketika beberapa hari menjelang ramadhan, beliau sempat menanyai 3 orang ibu-ibu tentang puasa ramadhan. “Ibu, sebentar lagi kan puasa ramadhan, ibu senang nggak?” . Tanya sang Ustad kepada ibu pertama, lalu sang ibu menjawab, “ senang dong Pak Ustad”. “Kenapa bu?” tanya sang Ustad lagi. “Puasa 30 hari bisa sekalian diet, jadi saya bisa ngurusin badan”. Kata sang ibu. Ooo ... jadi puasa cuma buat ngurusin badan. Kemudian beliau menanyai ibu ke 2 “kalau ibu senang nggak ramadhan datang?” lalu sang ibu menjawab “saya senang Pak Ustad” “alasannya apa?” tanya Ustad lagi dan dijawab oleh ibu ke 2 “ saya senang karena saya bisa nambah rejeki, saya mau jualan, lumayan Pak Ustad”. Ya ya ya ... dari awal niat adalah jualan, bukan karena Allah.
Kemudian beliau betanya pada ibu terakhir dengan pertanyaan sama, dan sang ibu menjawab dengan jawaban yang luar biasa “ saya sangat senang Pak Ustad, saking senangnya saya sampai menangis terharu akhirnya saya diberi kesempatan bertemu lagi dengan bulan mulia ini, bulan penghapusan segala dosa, bulan penuh berkah, bulan yang lebih mulia dari seribu bulan. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini Ustad, saya akan bermesraan dengan sang Khalik, saya akan mengambil semua diskon-diskon yang diberikan, coba deh Pak Ustad pikir kalau ada diskon barang 20% aja di dept store/hypermart pasti suka kan, apalagi ini dosa kita di diskon sampai 100% dosa kita di bersihkan, 1 amalan di balas 10 kali lipat, 1 saja ayat alqur’an kita baca akan dilipat gandakan apalagi kl kita baca sampai khatam, belum lagi malam lailatul qadar, satu malam kita ibadah sama seperti seribu bulan. Cuma orang bodoh Pak Ustad yang membiarkan ramadhan terlewat begitu aja. Beliau tersenyum mendengar jawaban ibu itu yang berapi-api.

“Subhannallah ... inilah jawaban yang saya tunggu” begitu kalimat ustad habsy melanjutkan tausiyahnya. Kelak akan ada orang-orang yang masuk syurga lewat sebuah pintu yang bernama pintu Arrayyan. Siapa kelak orang-orang yang akan masuk syurga lewat pintu Arrayyan itu? Dia adalah orang-orang yang berpuasa semata-mata karena Allah, mengharapkan ridho Allah, bukan dengan alasan yang lain, seperti pingin langsing, pingin mendapatkan sesuatu seperti jabatan, disayang mertua atau karena sebab lain selain Allah. Di Syurga terdapat 8 pintu. Salah satu daripadanya dinamakan "ar-Rayyan". Hanya orang yang berpuasa semata-mara karena Allah sajalah yang layak memasukkinya( Muttafaq 'alaih ).Pertanyaannya, apakah kita salah satu orang yang bisa melewati pintu Arrayyan?

Senin, 27 Juli 2009

farewell



We have just realized that someone has deep meaning in our bottom heart after he gone.......


Yah! That word is always hang around in my head, crawl my heart, and froze my tears.

He brought joy to millions of human, but his life was dogged by fear and pain.
I am getting frozen knowing that he gone, and leaved his 50th last concert in London he prepared, with “this is it”. He and his arsenal of dancers are tucked away in secret California location putting together the choreography on this summer’s This Is It Concert Series, his rehearsal at the Staples Centre on Wednesday, one day before his death. The concert will hold in July, featuring the performance of 18-22 songs.

Before, I never thought that he never back in his amazing performance-in his crazy dance and his spectacular concert-in the wonderful lighting. For about 12 years since his last “History tour” I am waiting for. This is the memory I will cherish for the rest of my life. It was quite an emotional moment when I realised that he death. I will not ever hear his inspiration song anymore, sang in my ear, and inspiring my life.


Preparation of this is it
This Is It was a planned series of 50 concerts by Michael Jackson to be held at The O2 arena in London. They were scheduled to begin in July 2009 and continue through March 2010. Less than three weeks before the first show was due to begin and with all concerts being sold out, Jackson died of a cardiac arrest. The 50-concert run was originally scheduled to start on July 8, 2009 and conclude on March 6, 2010. Each of the shows would have been performed at The O2 arena in London, UK which has a capacity of 23,000—therefore a total of 1,150,000 people would have attended. Christian Audigier, a fashion designer (and personal friend of Jackson), worked on the clothing for the shows. Jay Ruckel from La Crasia Gloves created Jackson's iconic single glove for the concerts. The costumes he was set to wear during the shows were encrusted with 300,000 Swarovski crystals. In May 2009, over 5,000 dancers thousands of dancers flew in from all around the world applied for the chance to perform to audition for Jackson, who helped select the 12 finalists in person. (Mickaeljacksonlive.com)

Here are the last pictures of MJ getting into the final preparation on staples centre.


















On his last funeral
AEG Live recorded one of the last rehearsals prior to his death. A short clip of Jackson's June 23 rehearsal of his song "They Don't Care About Us" was released on July 2. An anonymous AEG Live official reported that Jackson's final dress rehearsal was recorded and might be released "as a 'live' album and DVD." The rehearsal, held the day before his death, "was recorded in multi-camera high-definition video and multi-track surround-sound audio". Jackson made a music video, currently known as "Dome Project", in early June 2009. The video was made to be presented on stage during the This Is It tour while Jackson performed live. It is scheduled to finish post-production in mid-July 2009. Plans for a Michael Jackson tribute concert have been announced, to be held in September 2009. According to AEG, the show will replicate what was planned for the "This Is It" concerts.

AEG and reps for the Jackson family just announced a memorial service for Michael Jackson will take place at the Staples Center on Tuesday at 10:00 AM. 11,000 tickets will be distributed free of charge to the general public. A private funeral will be held at an undisclosed location for close family and friends. (Mickaeljackson.Wikipedia, the free encyclopedia)









We have just realized that someone has deep meaning in our bottom heart after he gone.......
Good bye Mickael.... may Allah place you in the Arsy side, amin. I love you so much















References:
1. Mickaeljacksonlive.com
2. This is it (Michael Jackson concerts) – Wikipedia, the free encyclopedia

Selasa, 16 Juni 2009

Iklas saja



Cukuplah bagiku Allah saja yang mengerti hatiku
Setiap desah, setiap helaan, setiap hembusan
Setiap ayunan, setiap tapakan, setiap hentakan
Dan setiap isyarat yang terkandung di kedalamannya

Yang mengantarku kepada sebuah perenungan tertinggi
Dalam setiap tetes aliran darah, dan denyut jantungku
Pada keagungan, kemuliaan-Nya. Dengan kilau-Nya
Pada Tahta Arsy-Nya

Dalam setiap detik adalah makna
Yang tertutup dengan puji-puji berirama.
Hidupku adalah senandung yang bernyanyi
Menghidupkan keindahan dan kebesaran yang tiada terkira

Dalam setiap tetes adalah tafsir
Yang mengalirkan setiap energi memuja dan memuliakan
Jalanku diantara lantunan hidmat bertapak-tapak
Menumbuhkan anak-anak bumi pelanjut umat

Setiap halnya keberserahan telah ditujukan
Segala dayanya menampak anggun menjuntai
Sesaat ketika remahan jantung mendegupkan imanku
Sehingga terbuka negara laya beserta warganya


Dan cukup bagiku Allah, segalanya bagiku

Rabu, 20 Mei 2009

RINDU MENCEKIK-KU



Aku benci hatiku
terpaut pada dunia! Aku benci sedihku, harubiruku, deru rinduku disebabkan oleh
makhluk!

Barangsiapa melihat sesuatu pada sebab-sebab,
maka dia akan jadi pemuja bentuk.
Namun orang yang mampu menatap pada "Sebab
Pertama",
Maka dia akan menemukan cahaya yang memancarkan
Makna
." 1)

Sebenarnya aku malu pada Sang Pemilik Cinta. Dia telah memberikan segala cintaNya kepadaku, seorang hamba sahaya yang sedang dilanda rindu.Dia telah memberikan segala kebaikan, segala keindahan, segala kemulian, segala keleluasan, dan segalanya. Tapi aku hanya seorang hamba sahaya yang sedang di landa rindu. Malangnya! aku merindukan seorang makhluk. Suamiku. Walaupun cuma beberapa kilometer dariku, serasa melintasi kutup yang berbeda. Aku tidak mengukur kerinduan dengan galah gemerlap, tidak juga kuduga-duga keberadaannya, sebab kerinduan apabila menanggung beban melebarkan ukuran ruang dan bentangan waktu 2) . Hanya dengan mengucap kalimat-kalimatNya teredam kerinduan ini. Wahai yang Maha membolak-balikan hatiku, bawalah hatiku bersamamu dan tolonglah ia yang menanggun rindu. Maka selamatkan aku wahai Pemilik Cinta

Sang Penjaga Hati tidak akan meninggalkanmu,
baik dalam kasih sayang atau kekejaman.
Juga dalam kekafiran maupun persaksian.
Ke mana pun engkau tautkan hatimu pada sesuatu,
Keperkasaan-Nya akan merobekmu.
Wahai hati, jangan taruh dirimu di sembarang
tempat, jangan
! 3)


Hatiku telah dimiliki, tidak ada keraguan lagi, dan tak ada alasan lain untuk menoleh pada selain Dia. Tapi dengan segala kerendahanku , dan kemuliaanNya yang meninggikanku, hati ini telah diberikanNya pada seorang mahkluk. Bukan aku telah meletakkan ia sembarangan, tapi Dia yang menempatkannya. Ditempat yang menurutNya aman, disebelah hati yang mulia-seorang mahkluk yang dimuliakanNnya. Dan aku bangga Dia meletakkannya di sebelah yang mulia, dia lebih mulia dari yang orang lain tahu. Hatiku bersama suamiku, ia bersama orang yang akan memuliakannya kerika dia mencinta, dan tak akan mendzoliminya ketika dia tak lagi mencinta. Maka selamatkan kami wahai Penjaga Hati.



Merujuk :
1). Jalaluddin Rumi – Diwan (25048)
2). Khalil Gibran – Airmata dan Senyuman (.......)
3). Jalaluddin Rumi – Diwan (11949-11950)

Kamis, 14 Mei 2009

5 April 2009

Ada seseorang yang bertanya,
"Apakah Jalan ini?"
Lalu aku berkata,
"Jalan ini adalah meninggalkan
keinginan-keinginan."
Wahai pecinta yang Maha Memiliki
Kerajaan!
Ketahuilah bahwa jalanmu adalah mencari ridha Tuhan.
Manakala kau mencari ridha dan ingin memenuhi kehendak Tuhan,
maka memenuhi hasratmu sendiri adalah haram. 1)


02.30 WIB. Dini hari, masih dini hari. Dan aku tidak bisa memejamkan mataku sama sekali. Kantuk bergelayut dimataku-bahkan kurasakan pedih karenanya. Jantungku melantunkan untaian simphoni berirama sendu, sesaat kemudian rangkaian Bethoven didendangkannya, pikiranku berenang gaya kupu-kupu secara estafet sejauh ribuan kilometer, kemudian ia berjalan kesana-kearah yang jauh disana, menemui sebuah nama, Hendrik.

Baiklah aku mengaku! Aku gugup, cemas, sedih, bimbang, bingung, dan juga bahagia. Semua nama itu bergulat mesra di dalam hatiku berteriak, bergumam, menangis, tersenyum, dan tertawa, seolah-olah memainkan teater karya Putu Wijaya. Aku akan memainkan sendiri peranku hari ini, mengaturya menjadi permainan mono, yang berteriak, bergumam, tersenyum, dan tertawa di atas panggung. Panggung hidupku-panggung sesungguhnya bukan panggung sandiwara. Maka tenanglah hatiku, tenanglah hatiku.

03.30 WIB. Menjelang subuh. Dan aku sama sekali belum memejamkan mataku dari 40 jam yang lalu, sejak aku berhasil lolos dari rumah sakit karena serangan typhus dan demam berdarah. Harusnya aku mengistirahatkan diriku-tubuhku, pikiranku, hati, dan jiwaku untuk menyambut beberapa jam lagi, pagi ini. Yang begitu lama sekali terasa, kenapa ketika kita menunggu sesuatu waktu bergerak lamban sekali, ketika mataku tertuju pada jam dinding, ia seolah tidak bergerak sama sekali jarumnya.
Kamarku harum semerbak melati dan mawar. Pada semua sisi temboknya terpasang juntaian kelambu putih bersih, dengan rangkaian tulip dan mawar putih pada satu sisinya. Aku suka bunga-bunga berwarna putih-dan sengaja memesan hiasan dan segala ornamennya serba putih untuk kamarku. Dan beberapa jam lagi aku tidak akan sendiri di kamar ini, akan ada seseorang yang halal bagiku.

Hari ini adalah hari besarku. Ada 3 hari besar bagi perempuan, yang pertama ketika dia dikukuhkan sebagai Sarjana, yang kedua ketika orang tuanya menikahkannya, dan yang terakhir ketika dia menjadi seorang Ibu. Aku akan menikah hari ini. Dengan seorang laki-laki pilihan Allah yang isyaAllah bisa membawaku ke Surga. Aku menjadi seorang bidadari hari ini- cantik. Kepalaku dihias jilbab sutra putih dengan mahkota mawar putih dan untaian melati di sisi kanan dan kiri menjuntai ke bahu di satu sisinya. Aku mengenakan pakaian terindahku, bahan tule bordir dengan kain sutra putih–hadiah dari orang yang akan aku cinta seumur hidupnya karena Allah. Dan kakiku beralaskan sepatu putih gemerlap kilaunya. Serba putih dan benar-benar seperti bidadari.

Dengan menyebut nama Allah ........ aku dan keluarga besarku menuju masjid Al Qubro untuk mengucap sumpah di hadapan Allah untuk saling mencinta, menjaga, dan membimbing atas nama Allah. Sebuah masjid, aku selalu mendambakan ikrar itu diucapkan di masjid. Merupakan keharuan yang luar biasa ketika ayahandaku menyerahkan perwalian kepada seorang penghulu. Tanggulku jebol, aku tak bisa menahan keharuan ketika laki-laki serupa malaikat itu mengucap kalimat “ saya terima nikahnya windy fitri ardhani binti ....... dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan cincin emas seberat ........ “.Hanya dalam hitungan detik, aku resmi menjadi Ny Hendriyanto.

Saat-saat berat telah kami lewati untuk berada disini hari ini. Kesabaran kami benar – benar diuji untuk sampai disini. Dan Allah menepati janjinya-kami mendapatkan buah yang sangat manis untuk kesabaran yang kami berikan. Kebahagiaan kami luar biasa, lebih bahagia rasanya dari ketika kami mendapatkan gelar kesarjanaan beberapa tahun yg lalu. Masa kelam itu telah berlalu bersama angin, bersama datangnya pelangi dari ujung cakrawala.

Sekali lagi aku tak bisa menahan airmata keharuan ketika suamiku memegang ubun-ubunku dan berdo’a “Ya Allah aku memohon kepada-Mu, kebaikannya, dan kebaikan yang Engkau ciptakan pada nya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang ada padanya......” 2). Aku telah menjadi yang halal baginya, yang akan dikecup keningnya 3) . Aku mencintaiMu ya Allah dengan segenap jiwaku dan seluruh hidup dan matiku. Trimakasih untuk hadiah yang mengagumkan. Trimakasih untuk anugrah yang luar biasa. Ijinkan aku menjaganya seumur hidupku. Seumur hidupku.


Rujukan :
1). Rumi Mevlana Jalaluddin – Diwan-e Syam-e Tabrizi
2.) HR. Abu Daud
3). El Shirazy Habiburrahman, Ayat – Ayat Cinta



Doa Cinta Sang Pengantin

Ya Allah,
Andai Kau berkenan, limpahkanlah rasa cinta kepada kami,
Yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khadijah Al Qubro
Yang Kau jadikan mata air kasih sayang
Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra
Yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci.

Ya Allah,
Andai semua itu tak layak bagi kami,
Maka cukupkanlah permohonan kami dengan ridlo-Mu
Jadikanlah kami Suami & Istri yang saling mencintai di kala dekat,
Saling menjaga kehormatan dikala jauh,
Saling menghibur dikala duka,
Saling mengingatkan dikala bahagia,
Saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan,
Serta saling menyempurnakan dalam peribadatan.

Ya Allah,
Sempurnakanlah kebahagiaan kami
Dengan menjadikan perkawinan kami ini sebagai ibadah kepada-Mu
Dan bukti ketaatan kami kepada sunnah Rasul-Mu.
Amin

Ya Allah
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui
bahwa hati-hati ini telah berkumpul
untuk mencurahkan cinta hanya kepada-Mu,
bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru [di jalan]-Mu,
dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu maka kuatkanlah ikatan pertaliannya.

Ya Allah
Abadikan kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya
dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup,
lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu,
hidupkanlah dengan maakrifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada Mudammad SAW,
kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya.

Ya Allah
Hari ini ( tgl 5 April 2009 ) dua hamba-Mu yang dhaif mematri janji
dalam Mitsaqan Ghaliza di hadapan kebesaran-Mu.
Kami tahu tidak mudah untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan ridha dan maghfirah-Mu.
Kami tahu, amat berat bagi kami untuk mengayuh perahu rumah tangga kami menghadapi taufan godaan di hadapan kami. Karena itulah, kami datang memohon rahman dan rahim-Mu.

Ya Allah
Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang lebih Engkau anugerahi kenikmatan,
bukan-nya jalan orang-orang yang Engkau timpai kemurkaan,
bukan pula jalan orang-orang yang Engkau tenggelam dalam kesesatan.
Sinarilah hati kami dengan cahaya petunjuk-Mu.

Ya Allah
Terangilah jalan kami dengan sinar taufik-Mu.
Kalau Engkau berkenan menganugerahkan nikmat-Mu atas kami,
bantulah kami untuk banyak berdzikir dan bersyukur atas nikmat-Mu itu.
Hindari kami dari orang-orang yang terlena dlm kemewahan dunia.
Lembutkan hati kami untuk merasakan curahan rahmat-Mu.

Ya Allah
Indahkanlah rumah kami dengan kalimat-kalimat-Mu yang suci. Suburkanlah kami dengan keturunan yang membesarkan asma-Mu. Penuhi kami dengan amal shaleh yang Engkau ridhai. Jadikan mereka Yaaâ…Allah teladan yang baik bagi manusia.

Ya Allah
Damaikanlah pertengkaran di antara kami, pertautkan hati kami, dan tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan kepada cahaya. Jauhkan kami dari kejelekan yang tampak dan tersembunyi.

Ya Allah
Berkatilah pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, suami/isteri kami, keturunan kami
dan ampunilah kami.
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Amin ........
(http://vie.iqbalir.com/journal/2006/03/doa-cinta-sang-pengantin)