Ada seseorang yang bertanya,
"Apakah Jalan ini?"
Lalu aku berkata,
"Jalan ini adalah meninggalkan
keinginan-keinginan."
Wahai pecinta yang Maha Memiliki
Kerajaan!
Ketahuilah bahwa jalanmu adalah mencari ridha Tuhan.
Manakala kau mencari ridha dan ingin memenuhi kehendak Tuhan,
maka memenuhi hasratmu sendiri adalah haram. 1)
02.30 WIB. Dini hari, masih dini hari. Dan aku tidak bisa memejamkan mataku sama sekali. Kantuk bergelayut dimataku-bahkan kurasakan pedih karenanya. Jantungku melantunkan untaian simphoni berirama sendu, sesaat kemudian rangkaian Bethoven didendangkannya, pikiranku berenang gaya kupu-kupu secara estafet sejauh ribuan kilometer, kemudian ia berjalan kesana-kearah yang jauh disana, menemui sebuah nama, Hendrik.
Baiklah aku mengaku! Aku gugup, cemas, sedih, bimbang, bingung, dan juga bahagia. Semua nama itu bergulat mesra di dalam hatiku berteriak, bergumam, menangis, tersenyum, dan tertawa, seolah-olah memainkan teater karya Putu Wijaya. Aku akan memainkan sendiri peranku hari ini, mengaturya menjadi permainan mono, yang berteriak, bergumam, tersenyum, dan tertawa di atas panggung. Panggung hidupku-panggung sesungguhnya bukan panggung sandiwara. Maka tenanglah hatiku, tenanglah hatiku.
03.30 WIB. Menjelang subuh. Dan aku sama sekali belum memejamkan mataku dari 40 jam yang lalu, sejak aku berhasil lolos dari rumah sakit karena serangan typhus dan demam berdarah. Harusnya aku mengistirahatkan diriku-tubuhku, pikiranku, hati, dan jiwaku untuk menyambut beberapa jam lagi, pagi ini. Yang begitu lama sekali terasa, kenapa ketika kita menunggu sesuatu waktu bergerak lamban sekali, ketika mataku tertuju pada jam dinding, ia seolah tidak bergerak sama sekali jarumnya.
Kamarku harum semerbak melati dan mawar. Pada semua sisi temboknya terpasang juntaian kelambu putih bersih, dengan rangkaian tulip dan mawar putih pada satu sisinya. Aku suka bunga-bunga berwarna putih-dan sengaja memesan hiasan dan segala ornamennya serba putih untuk kamarku. Dan beberapa jam lagi aku tidak akan sendiri di kamar ini, akan ada seseorang yang halal bagiku.
Hari ini adalah hari besarku. Ada 3 hari besar bagi perempuan, yang pertama ketika dia dikukuhkan sebagai Sarjana, yang kedua ketika orang tuanya menikahkannya, dan yang terakhir ketika dia menjadi seorang Ibu. Aku akan menikah hari ini. Dengan seorang laki-laki pilihan Allah yang isyaAllah bisa membawaku ke Surga. Aku menjadi seorang bidadari hari ini- cantik. Kepalaku dihias jilbab sutra putih dengan mahkota mawar putih dan untaian melati di sisi kanan dan kiri menjuntai ke bahu di satu sisinya. Aku mengenakan pakaian terindahku, bahan tule bordir dengan kain sutra putih–hadiah dari orang yang akan aku cinta seumur hidupnya karena Allah. Dan kakiku beralaskan sepatu putih gemerlap kilaunya. Serba putih dan benar-benar seperti bidadari.
Dengan menyebut nama Allah ........ aku dan keluarga besarku menuju masjid Al Qubro untuk mengucap sumpah di hadapan Allah untuk saling mencinta, menjaga, dan membimbing atas nama Allah. Sebuah masjid, aku selalu mendambakan ikrar itu diucapkan di masjid. Merupakan keharuan yang luar biasa ketika ayahandaku menyerahkan perwalian kepada seorang penghulu. Tanggulku jebol, aku tak bisa menahan keharuan ketika laki-laki serupa malaikat itu mengucap kalimat “ saya terima nikahnya windy fitri ardhani binti ....... dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan cincin emas seberat ........ “.Hanya dalam hitungan detik, aku resmi menjadi Ny Hendriyanto.
Saat-saat berat telah kami lewati untuk berada disini hari ini. Kesabaran kami benar – benar diuji untuk sampai disini. Dan Allah menepati janjinya-kami mendapatkan buah yang sangat manis untuk kesabaran yang kami berikan. Kebahagiaan kami luar biasa, lebih bahagia rasanya dari ketika kami mendapatkan gelar kesarjanaan beberapa tahun yg lalu. Masa kelam itu telah berlalu bersama angin, bersama datangnya pelangi dari ujung cakrawala.
Sekali lagi aku tak bisa menahan airmata keharuan ketika suamiku memegang ubun-ubunku dan berdo’a “Ya Allah aku memohon kepada-Mu, kebaikannya, dan kebaikan yang Engkau ciptakan pada nya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang ada padanya......” 2). Aku telah menjadi yang halal baginya, yang akan dikecup keningnya 3) . Aku mencintaiMu ya Allah dengan segenap jiwaku dan seluruh hidup dan matiku. Trimakasih untuk hadiah yang mengagumkan. Trimakasih untuk anugrah yang luar biasa. Ijinkan aku menjaganya seumur hidupku. Seumur hidupku.
Rujukan :
1). Rumi Mevlana Jalaluddin – Diwan-e Syam-e Tabrizi
2.) HR. Abu Daud
3). El Shirazy Habiburrahman, Ayat – Ayat Cinta
Doa Cinta Sang Pengantin
Ya Allah,
Andai Kau berkenan, limpahkanlah rasa cinta kepada kami,
Yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khadijah Al Qubro
Yang Kau jadikan mata air kasih sayang
Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra
Yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci.
Ya Allah,
Andai semua itu tak layak bagi kami,
Maka cukupkanlah permohonan kami dengan ridlo-Mu
Jadikanlah kami Suami & Istri yang saling mencintai di kala dekat,
Saling menjaga kehormatan dikala jauh,
Saling menghibur dikala duka,
Saling mengingatkan dikala bahagia,
Saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan,
Serta saling menyempurnakan dalam peribadatan.
Ya Allah,
Sempurnakanlah kebahagiaan kami
Dengan menjadikan perkawinan kami ini sebagai ibadah kepada-Mu
Dan bukti ketaatan kami kepada sunnah Rasul-Mu.
Amin
Ya Allah
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui
bahwa hati-hati ini telah berkumpul
untuk mencurahkan cinta hanya kepada-Mu,
bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru [di jalan]-Mu,
dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu maka kuatkanlah ikatan pertaliannya.
Ya Allah
Abadikan kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya
dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup,
lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu,
hidupkanlah dengan maakrifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada Mudammad SAW,
kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya.
Ya Allah
Hari ini ( tgl 5 April 2009 ) dua hamba-Mu yang dhaif mematri janji
dalam Mitsaqan Ghaliza di hadapan kebesaran-Mu.
Kami tahu tidak mudah untuk memelihara ikatan suci ini dalam naungan ridha dan maghfirah-Mu.
Kami tahu, amat berat bagi kami untuk mengayuh perahu rumah tangga kami menghadapi taufan godaan di hadapan kami. Karena itulah, kami datang memohon rahman dan rahim-Mu.
Ya Allah
Tunjukilah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang lebih Engkau anugerahi kenikmatan,
bukan-nya jalan orang-orang yang Engkau timpai kemurkaan,
bukan pula jalan orang-orang yang Engkau tenggelam dalam kesesatan.
Sinarilah hati kami dengan cahaya petunjuk-Mu.
Ya Allah
Terangilah jalan kami dengan sinar taufik-Mu.
Kalau Engkau berkenan menganugerahkan nikmat-Mu atas kami,
bantulah kami untuk banyak berdzikir dan bersyukur atas nikmat-Mu itu.
Hindari kami dari orang-orang yang terlena dlm kemewahan dunia.
Lembutkan hati kami untuk merasakan curahan rahmat-Mu.
Ya Allah
Indahkanlah rumah kami dengan kalimat-kalimat-Mu yang suci. Suburkanlah kami dengan keturunan yang membesarkan asma-Mu. Penuhi kami dengan amal shaleh yang Engkau ridhai. Jadikan mereka Yaaâ…Allah teladan yang baik bagi manusia.
Ya Allah
Damaikanlah pertengkaran di antara kami, pertautkan hati kami, dan tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan. Selamatkan kami dari kegelapan kepada cahaya. Jauhkan kami dari kejelekan yang tampak dan tersembunyi.
Ya Allah
Berkatilah pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, suami/isteri kami, keturunan kami
dan ampunilah kami.
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Amin ........
(http://vie.iqbalir.com/journal/2006/03/doa-cinta-sang-pengantin)