Selasa, 25 September 2012

TENTANG DIA


Dia bukan siapa-siapa dan tidak memiliki apa-apa, dia hanya musafir buta dengan cinta sebagai satu-satunya barang bawaan. Dia menjelajah ke negeri timur dan barat, mencari sebentuk tubuh yang mengerti bahsa jiwanya-mencari tempat untuk meletakkan kepalanya. Dia memeluk banyak tubuh dan mencium banyak bibir, tanpa disadari bahwa pisau-pisau y ang terselip diantara sayap-sayapnya menyakiti dan cemeti yang tersembunyi dibalik lidahnya melukai. Dia berpikir, ternyata tidak semua kebaikan tersampaikan dan diterima dengan baik pula.

Dia adalah icon sebuah perubahan:
Dari seekor ulat yang menjijikkan dan dibenci semua orang, seekor perusak yang harus dimusnahkan dan tak diterima dimanapun dia berada.
Kemudian dia memaksa dirinya, menuntut hidupnya untuk berkepompong beberapa lama dalam kesakitan yang berkepanjangan dan regangan nyawa untuk sebuah perubahan.
Dan akhirnya memekarkan sayap-sayap cantiknya, menebarkan kecantikan dimana-mana-pun dia harus terbang kesana-kemari menghindari banyak orang yang memburunya untuk diawetkansebagai hiasaan.

Bahwasanya air mata tidak memilih tempat dimana ia akan jatuh dan tidak memilih waktu kapan ia turun. Dia tidak pernah mewartakan kapan dia terluka dan berduka, ketika itu terjadi dia hanya akan berlari menemui senja dan meleburkan diri bersamanya, atau membenamkan diri di laut, atau menari bersama bintang.
Seperti bintang yang menghias malam dengan kilaunya, dia berharap bisa berkilau dikegelapan, menjadi tinta diatas kertas putih.

Dan tentang cinta, ternyata hanya Tuhanlah yang pantas. Hanya Tuhan dan Rasul-Nya yang pantas mendapat cintanya.

Jika kau rasakan semilir angin, ingatlah dia yang menginginkan sentuhannya sesejuk angin semilir,
Jika kau temukan anggrek tanah, ingatlah dia yang menginginkan hidupnya seindah anggrek tanah,
Jika kau lihat kupu, ingatlah dia yang ingin dirinya secantik kupu-kupu,
Jika kau pandang senja, ingatlah dia yang slalu menginginkan tenggelam bersamanya dilaut,
Jika kau menengadah bintang, ingatlah dia yang ingin kehadirannya seterang bintang sekalipun dimalam pekat,
Jika kau muak dengan hitam, ingatlah dia yang slalu menginginkan menjadi putih diatas hitam.

She loves, like there is no tomorrow...




* di dedikasi untuk ukhti anggun, seorang perempuan yg berjuang untuk cinta...

Kamis, 10 Mei 2012

NIKMAT ALLAH...



Maka nikmat ALLAH yang mana yang kau dustakan?(PS Ar-Rahman 13).
Masyallah, seperti di tampar ketika membaca ayat itu, sungguh jika aku menghitung nikmat-NYA tak akan sanggup, tak ada satupun nikmat-NYA yang bisa di tukar dengan apapun. Malu rasanya ketika akan menghitung apa yang telah "melekat" pada diri ini, sangat tak tau diri... Cukupkan diri dengan Alhamdulillah... pada setiap apa yang diterima, maka ALLAH akan semakin menambah nikmat-NYA


Arslan akan menjadi raja disini, raja kecil di hati, sang pembawa nikmat, dan penyebar nikmat...

Nikmat yang tak terhingga... memiliki amanah bernama Arslan "Sang Raja"

..... maka nikmat ALLAH manakah yang ku dustakan?

Selasa, 13 Maret 2012

KERANA CINTA





Kerana cinta duri menjadi mawar
kerana cinta cuka menjelma anggur segar
Kerana cinta keuntungan menjadi mahkota penawar
Kerana cinta kemalangan menjelma keberuntungan
Kerana cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar
Kerana cinta tompokan debu kelihatan seperti taman
Kerana cinta api yang berkobar-kobar
Jadi cahaya yang menyenangkan
Kerana cinta syaitan berubah menjadi bidadari
Kerana cinta batu yang keras
menjadi lembut bagaikan mentega
Kerana cinta duka menjadi riang gembira
Kerana cinta hantu berubah menjadi malaikat
Kerana cinta singa tak menakutkan seperti tikus
Kerana cinta sakit jadi sihat
Kerana cinta amarah berubah
menjadi keramah-ramahan
(Rumi : Kasidah Cinta)

06 Oktober 2011, 22:45 WIB.
Karena cinta, anakku, bunda melahirkanmu. Dengan cinta pula ayah dan bunda akan membesarkanmu. Selamat datang anakku. Arslan Zain Sirhanthara...hadapi dunia ini dengan cinta

Rabu, 20 Januari 2010

14 Nopember 2009

Aku melewati lagi jalan ini, jalan bercabang banyak, yang mengharuskanku memilih satu di antaranya. Sebuah pilihan yang akhirnya menjadikanku seperti sekarang. Seorang pegawai biasa di suatu instansi yang juga seorang dosen di sebuah universitas swasta di kota kecil tempat aku tumbuh. Banyak yang terjadi di jalan ini, tapi tidak aku lupa sama sekali satu halpun, memoriku masih dengan jelas menggambarkan semuanya. Aku membuka sebuah amplop yang berisi kenangan 4 tahun silam, ketika aku merangkak lunglai menyusuri deret angka dalam tidak lebih dari dua kali tigapuluh hari. Tercengang otakku yang stagnan oleh sosok tegap dua lembar kalender mengisinya dengan tulisan dan hiasan, dan semuanya tinta biru.

Dengaan penuh kehati-hatian, kewaspadaan, dan nyaris seluruh kesadaran, kami membangun sebuah tempat berteduh yang sama sekali tidak permanen, meskipun indah dan nyaman tapi itu hanyalah sebuah tempat untuk berteduh tempat meletakkan lelah dan letih. Kenapa hanya tempat berteduh dan bukan rumah? Bukankah rumah adalah tempat berteduh yang sempurna (setidaknya sempurna untuk ukuran manusia), dan dapat menampung lebih banyak hal, tidak hanya lelah dan letih, tapi juga cinta, sayang, amarah, amanah, angan, cita-cita, suka, luka dan benda-benda lain yang membutuhkan tempat peletakan. Tapi hanya tempat berteduh yang kami bangun, mungkin karena bangunannya yang semi permanen bisa dirobah atau ditinggal setiap saat dan sekehendaknya.

Kenapa begitu? Bukankah kami menanti cukup lama dan melewati banyak hal untuk sampai ke tempat itu, apakah penantian yang lama itu akan ditelantarkan dan ditinggal setiap saat kala bosan? Kami benar-benar tidak tahu, aku hanyalah seorang gadis belia dan dia adalah pria muda, kami berdua masih sangat muda ketika itu. Tapi aku tetap menunggu hari esok untuk menjadikan tempat berteduh itu sebuah istana , aku tetap berdo’a untuk lelaki muda itu (dengan sisa keteguhan) “ tetaplah menjadi bintang dilangit ............”. Bayangan beku dan kaku berseliweran dalam setiap ronga jiwaku, yang wangi dan daya tariknya sempat tertinggal dan teramat kuat, hingga mematahkan setiap penyangga tubuhku. Dan setiap malam terucap salamku “ selamat malam wahai Ahki 1) ...... damai dalam tidurmu ....... ciptakan keindahan esok hari dengan jemarimu, seindah rona merah senja, dan perempuan ini ingin menjadi indah diatasnya walau tak sempurna .........”.Tapi begitu sempurna inginku kala itu, begitu sempurnanya hingga menyiksaku, mencekikku, menggorok leherku, dan menggigit lidahku, hampir-hampir membunuhku. Aku baru tersadar bahwa aku telah menghampiri lelaki yang keras hati, yang tiada nyenyak tidur walau sesekali, tak perlu mengingkari perang karena aku telah tertawan. Di tenggorokanku ada tulang dan di dalam diriku ada kedukaan.

Tulisan akan terbaca dengan sendirinya, jalan akan terlewati dengan sepenuhnya. Tak perlu merubah peta sekedar untuk mengulang kenangan, karena akan ada banyak pemandangan lain yang bisa diabadikan dalam bingkai atau diatas tembok. Yang terpenting adalah kesiapan memberi dan mendapatkan, menerima dan kehilangan, dan pertanggungjawaban atas keputusan. Dan hari ini, sejak 283 hari yang lalu aku telah berusaha mempertanggungjawabkan keputusanku, keputusan atas seorang laki-laki yang sangat pantas mendapatkan cintaku. Kami benar-benar berusaha membangun sebuah istana terbaik di dunia bukan sekedar tempat berteduh. Istana kami ada di sebuah tempat yang tak seorangpun tahu, tempat yang paling indah dihadapan Rabb kami yaitu HATI kami. Bukan hanya sebuah istana, dia bahkan telah menyiapkan Surga untukku diujung langkahnya dengan segala kemudahan. Laki-laki sempurna yang mencintaiku dengan sempurna, begitu sempurnanya hingga tak ada kata yang bisa menerangkannya, laki-laki terindah yang menberiku banyak keindahan, begitu indahnya hingga aku tak mampu melukiskannya. Hingga terucap salam dalam setiap malam dalam doa untuk menjadikanku perhiasan terindah di dunia disisi laki-laki mulia itu “ jangan berhenti mencintaiku wahai lelaki yang dicintai Allah ........, Suamiku







Kubungkus Surabaya dalam saputangan. Mungkin akan kucium bila dingin menyengat. Pukul satu dini hari nanti. Mungkin diantara mimpi, mungkin diantara hingar bingar, mungkin diantara kau dan aku.





catatan kaki:
1) Akhi : sebutan untuk laki-laki muslim

Senin, 14 Desember 2009

Sebuah kisah



Aku mendengar bunyi lembut sedu – sedan seorang gadis perawan, yang didalamnya mengalir kehangatan cinta dan kegetiran penyesalan. Saat itu aku duduk dibawah kamboja ditemani galau mendung, dan jemari keharuan menarikku memandang mahkluk yang menakjubksn itu. Ia berseru saat menjatuhkan tubuhnya diatas tanah basah. Terlentang dalam keletihan yang sangat, dengan tangan kanan menggenggam setangkai anggrek tanah.

Aku mendengar ia mengucap sesuatu ;
“ Tak bisa kujangkau walau kau hanya sejengkal tangan dariku. Aku sedang tinggi memujamu ketika kau meninggalkanku”. Ia tenggelam dalam isakan, berjuang dengan air matanya sendiri. Gadis perawan itu menutup matanya, pada lingkaran yang hanya terdapat sederet bulu mata yang jarang.
“ Demi kasih Tuhan Yang Maha Luas ........., Demi kedekatan dengan Rajamu Yang Agung. Oh ...........Syambaani kekasih hatiku, kupuja engkau ”.

Ingin aku menghiburnya dengan cerita-cerita usang atau roman-roman picisan, tetapi mata lelahnya dengan tangisan syahdunya benar – benar terlihat sangat sedih. Pipinya yang merah, dan hidungnya yang berbintik berkilat – kilat karena air mata. Cinta telah menyatukan mereka, lalu siapa yang mencerai berai mereka?. Ia telah direnggutnya, lalu siapa yang membawanya kembali?.

Untuk ukuran umurnya dia termasuk berada dalam keadaan menyedihkan. Kurus, permukaan wajahnya telah semuanya tertutup oleh kerut – kerut, sementara tulang – tulangnya menonjol dengan tajam seperti tengkorak. Dikedalaman matanya tersembunyi sebuah tatapan, dibalik tudung pucat yang memantulkan segala masalah kehidupan.

Gadis perawan itu masih disini, masih dibawah pohon kamboja. Tidak lagi bersama galau mendung, burung hantu bermata kelam yang buta akan siangnya hari yang menemaninya. Ia tidak bisa menyikapi misteri akan dirinya, ia menunduk semakin dalam, ia berseru sambil tangannya menggenggam tanah basah dihadapannya.
“ Lihatlah Syambaani, angin sedang berhenti bernafas, bulan gundah, dan bintang gelisah. Datanglah padaku duhai bibir yang tak pernah merasakan ciuman seorang perempuan, pun tak pernah merasakan belaian seorang kekasih. Datanglah dan peluklah aku. Datanglah padaku Syambaani ...........!”.

Gadis perawan itu berseru. Tapi, sepenggal nafas tak mampu membawa seucap suara pada setengah bumi. Gadis perawan itu mengais – ngais tanah basah di hadapannya, ia menepuk – nepuk, menggali dengan kedua tangannya. Dan tangkai anggrek tanah itu tertancap!.
“ kafe ini kosong Syambaani, kafe ini kosong ........!”.

Selasa, 25 Agustus 2009

Pintu Ar Rayyan



Kemarin, ramadhan hari ketiga, menjelang berbuka saya menonton sebuah tausiyah ‘jelang berbuka’ di salah satu TV swasta. Yang dibawakan oleh Ustad Al Habsy. Beliau bercerita, ketika beberapa hari menjelang ramadhan, beliau sempat menanyai 3 orang ibu-ibu tentang puasa ramadhan. “Ibu, sebentar lagi kan puasa ramadhan, ibu senang nggak?” . Tanya sang Ustad kepada ibu pertama, lalu sang ibu menjawab, “ senang dong Pak Ustad”. “Kenapa bu?” tanya sang Ustad lagi. “Puasa 30 hari bisa sekalian diet, jadi saya bisa ngurusin badan”. Kata sang ibu. Ooo ... jadi puasa cuma buat ngurusin badan. Kemudian beliau menanyai ibu ke 2 “kalau ibu senang nggak ramadhan datang?” lalu sang ibu menjawab “saya senang Pak Ustad” “alasannya apa?” tanya Ustad lagi dan dijawab oleh ibu ke 2 “ saya senang karena saya bisa nambah rejeki, saya mau jualan, lumayan Pak Ustad”. Ya ya ya ... dari awal niat adalah jualan, bukan karena Allah.
Kemudian beliau betanya pada ibu terakhir dengan pertanyaan sama, dan sang ibu menjawab dengan jawaban yang luar biasa “ saya sangat senang Pak Ustad, saking senangnya saya sampai menangis terharu akhirnya saya diberi kesempatan bertemu lagi dengan bulan mulia ini, bulan penghapusan segala dosa, bulan penuh berkah, bulan yang lebih mulia dari seribu bulan. Saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini Ustad, saya akan bermesraan dengan sang Khalik, saya akan mengambil semua diskon-diskon yang diberikan, coba deh Pak Ustad pikir kalau ada diskon barang 20% aja di dept store/hypermart pasti suka kan, apalagi ini dosa kita di diskon sampai 100% dosa kita di bersihkan, 1 amalan di balas 10 kali lipat, 1 saja ayat alqur’an kita baca akan dilipat gandakan apalagi kl kita baca sampai khatam, belum lagi malam lailatul qadar, satu malam kita ibadah sama seperti seribu bulan. Cuma orang bodoh Pak Ustad yang membiarkan ramadhan terlewat begitu aja. Beliau tersenyum mendengar jawaban ibu itu yang berapi-api.

“Subhannallah ... inilah jawaban yang saya tunggu” begitu kalimat ustad habsy melanjutkan tausiyahnya. Kelak akan ada orang-orang yang masuk syurga lewat sebuah pintu yang bernama pintu Arrayyan. Siapa kelak orang-orang yang akan masuk syurga lewat pintu Arrayyan itu? Dia adalah orang-orang yang berpuasa semata-mata karena Allah, mengharapkan ridho Allah, bukan dengan alasan yang lain, seperti pingin langsing, pingin mendapatkan sesuatu seperti jabatan, disayang mertua atau karena sebab lain selain Allah. Di Syurga terdapat 8 pintu. Salah satu daripadanya dinamakan "ar-Rayyan". Hanya orang yang berpuasa semata-mara karena Allah sajalah yang layak memasukkinya( Muttafaq 'alaih ).Pertanyaannya, apakah kita salah satu orang yang bisa melewati pintu Arrayyan?

Senin, 27 Juli 2009

farewell



We have just realized that someone has deep meaning in our bottom heart after he gone.......


Yah! That word is always hang around in my head, crawl my heart, and froze my tears.

He brought joy to millions of human, but his life was dogged by fear and pain.
I am getting frozen knowing that he gone, and leaved his 50th last concert in London he prepared, with “this is it”. He and his arsenal of dancers are tucked away in secret California location putting together the choreography on this summer’s This Is It Concert Series, his rehearsal at the Staples Centre on Wednesday, one day before his death. The concert will hold in July, featuring the performance of 18-22 songs.

Before, I never thought that he never back in his amazing performance-in his crazy dance and his spectacular concert-in the wonderful lighting. For about 12 years since his last “History tour” I am waiting for. This is the memory I will cherish for the rest of my life. It was quite an emotional moment when I realised that he death. I will not ever hear his inspiration song anymore, sang in my ear, and inspiring my life.


Preparation of this is it
This Is It was a planned series of 50 concerts by Michael Jackson to be held at The O2 arena in London. They were scheduled to begin in July 2009 and continue through March 2010. Less than three weeks before the first show was due to begin and with all concerts being sold out, Jackson died of a cardiac arrest. The 50-concert run was originally scheduled to start on July 8, 2009 and conclude on March 6, 2010. Each of the shows would have been performed at The O2 arena in London, UK which has a capacity of 23,000—therefore a total of 1,150,000 people would have attended. Christian Audigier, a fashion designer (and personal friend of Jackson), worked on the clothing for the shows. Jay Ruckel from La Crasia Gloves created Jackson's iconic single glove for the concerts. The costumes he was set to wear during the shows were encrusted with 300,000 Swarovski crystals. In May 2009, over 5,000 dancers thousands of dancers flew in from all around the world applied for the chance to perform to audition for Jackson, who helped select the 12 finalists in person. (Mickaeljacksonlive.com)

Here are the last pictures of MJ getting into the final preparation on staples centre.


















On his last funeral
AEG Live recorded one of the last rehearsals prior to his death. A short clip of Jackson's June 23 rehearsal of his song "They Don't Care About Us" was released on July 2. An anonymous AEG Live official reported that Jackson's final dress rehearsal was recorded and might be released "as a 'live' album and DVD." The rehearsal, held the day before his death, "was recorded in multi-camera high-definition video and multi-track surround-sound audio". Jackson made a music video, currently known as "Dome Project", in early June 2009. The video was made to be presented on stage during the This Is It tour while Jackson performed live. It is scheduled to finish post-production in mid-July 2009. Plans for a Michael Jackson tribute concert have been announced, to be held in September 2009. According to AEG, the show will replicate what was planned for the "This Is It" concerts.

AEG and reps for the Jackson family just announced a memorial service for Michael Jackson will take place at the Staples Center on Tuesday at 10:00 AM. 11,000 tickets will be distributed free of charge to the general public. A private funeral will be held at an undisclosed location for close family and friends. (Mickaeljackson.Wikipedia, the free encyclopedia)









We have just realized that someone has deep meaning in our bottom heart after he gone.......
Good bye Mickael.... may Allah place you in the Arsy side, amin. I love you so much















References:
1. Mickaeljacksonlive.com
2. This is it (Michael Jackson concerts) – Wikipedia, the free encyclopedia